NO MANY WORDS THAT ICAN SAY,
JUST ONE WORD... " WONDERFUL"
(Reza Restiandi, Peserta Training Auto Sugesti Power)
Saya merasa lebih bersemangat dari sebelumnya. kita sebagai manusi yang normal sangat tidak pantas berputus asa untuk menjalani hidup ini.
(Apik Fauzy, Peserta AMT)
Training yang sangat mengesankan, sangat bagus untuk membentuk generasi masa depan yang berkualitas, terdidik dan berintegritas.
( Aris man, Peserta Workshop Ortu Idola Season Ramadhan)

Berdiri diatas Gelas Beling untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Membangkitkan Semangat, Merubah Paradigma Negatif, Menghilangkan Ketakutan Yang Tidak Beralasan.
Febriya Fajri
Buat Lencana Anda
Mari berbagi cerita, informasi motivasi dan inspirasi di dunia maya.
Mari tularkan energi positif kepada yang lainnya
PELATIHAN AUTO SUGESTI POWER
yakni sebuah kekuatan dahsyat yang bersumber dari dalam diri sendiri. Sebuah Kekuatan menghentak dan liar sehingga perlu sebuah kendali yang kuat dari pemiliknya..
Auto Sugesti Power adalah Energi yang menyebabkan seseorang memiliki kemauan dan kekuatan bergerak secara nyata menuju apa yang diimpikan, menuju apa yang ditargetkan, menuju apa yang dimaui, serta kesiapan menghadapi setiap hambatan, rintangan dan cobaan secara kuat , tekun dan sabar dengan senantiasa menyertakan Allah SWT.
|
|

Training CTAP. Memberikan semangat dan gambaran bagi para karyawan yang akan pensiun dini

Workshop Ortu Idola season Ramadhan (Season 3)

Achievment Motivation Training di PNJ

kalibrasi mata pasangan untuk mendeteksi kebenaran / kebohongan dari cerita yang disampaikan

Meningkatkan semangat dan motivasi melalui muhasabah dan evaluasi diri

pada tahun 1887, disebuah toko makanan kecil, Seorang pria yang tampak terkemuka berumur lebih kurang 60 tahun
membeli lobak hijau. Dia menyerahkan kepada pelayan selembar uang dua puluh dolar dan menunggu kembaliannya. Pelayan toko menerima uang dan mulai memasukkannya ke laci sementara dia mengambil kembalian. Walau demikian, dia melihat ada tinta pada jarinya, yang masih basah karena memegang lobak hijau. Dia terkejut dan berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya. Setelah sesaat bergulat dengan masalah itu, dia membuat keputusan. Pembeli itu adalah Emmanuel Ninger, teman lama, tetangga, dan pelanggan. Tentunya orang ini tidak akan memberinya uang palsu. Dia pun memberikan kembalian dan pembeli tersebut pun pergi.
Kemudian, si pelayan toko berpikir kembali karena uang dua puluh dolar merupakan jumlah yang sangat besar pada tahun 1887. Dia akhirnya memanggil polisi. Seorang polisi merasa yakin bahwa uang dua puluh dolar itu asli. Polisi lainnya kebingungan tentang tinta yang terhapus. Akhirnya, rasa ingin tahu yang diperpadukan dengan tanggung jawab memaksa mereka untuk meminta surat penggeledahan atas rumah Ninger. Di rumah tersebut, di loteng, mereka menemukan fasilitas untuk mencetak uang lembaran dua puluh dolar. Bahkan mereka menemukan lembaran uang dua puluh dolar yang masih dalam proses pencetakan. Mereka juga menemukan tiga potret diri yang dilukis oleh Ninger.
Ninger adalah seorang pelukis, dan pelukis yang ahli. Dia begitu ahli, sehingga dia melukis lembaran dua puluh dolar dengan tangan! Dengan teliti, goresan demi goresan, dia menggunakan sentuhan keahliannya sedemikian cermat sehingga dia bisa membodohi setiap orang sampai hari itu.
Setelah dia ditangkap, potret dirinya dijual dalam sebuah lelang umum dan terjual seharga $16.000, berarti lebih dari $5.000 per lukisan. Ironi dari kisah ini adalah bahwa Emmanuel Ninger menghabiskan waktu yang tepat sama untuk melukis uang dua puluh dolar seperti yang dilakukannya untuk melukis potret diri seharga $5.000.
Ya, orang cemerlang yang berbakat ini menjadi pencuri dalam segenap arti katanya. Tragisnya, orang yang paling banyak dicurinya adalah Emmanuel Ninger sendiri. Bukan hanya dia seharusnya menjadi orang kaya secara sah bila dia memasarkan kemampuannya, tetapi seharusnya dia bisa membeli begitu banyak kesenangan dan begitu banyak
keuntungan bagi sesamanya. Dia termasuk dalam daftar pencuri yang tidak ada habis-habisnya mencuri dari dirinya sendiri ketika mereka berusaha mencuri dari orang lain.
Apakah kita adalah "Emmanuel Ninger" yang lain, yang memanfaatkan bakat, ketrampilan, dan diri kita hanya untuk menghasilkan $20, padahal sebenarnya kita bisa menghasilkan $5.000?
apakah kita layaknya seorang Emmanuel Ninger, yang tidak menghargai dan memanfaatkan bakat yang kita punya untuk sesuatu yang berarti, tetapi malah menyia-nyiakannya untuk merusak diri.
yakinlah setiap manusia memiliki potensi dan bakat dalam dirinya... manfaatkanlah bakat tersebut untuk membuat diri melesat, bukan untuk sesuatu yang sia-sia.
Sat, 3 Oct 2009 @02:05Rais Diosdado |
Mon, 5 Oct 2009 @14:10febri |